Langsung ke konten utama

Tanggung Jawab Anda Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan dilihat dari Perspektif Pandangan Hidup Anda





Disusun Oleh:


AlfiLuthfiyahHuseni       (10216553)
Angel Oktaviani               (18216411)
Anna Citra Laras              (10216926)
JanitaWijayanti                (13216672)
Maya Dwi Astuti             (14216326)
NinuNurmalita                 (15216445)



JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016


   1.      Sudut pandag Gubernur DKI jakarta
Jawab : hampir dua bulan sejak polemik ini dimulai. Kisruh dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Cahya Purnama atau yang lebih dikenal sebagai ahok masih saja hangat sampai saat ini. Desakan agar kasus Ahok segera diproses secara hukum bergema dimana-mana, mulai dari yang lunak-lunak saja sampai ke yang keras “penjarakan Ahok, usir Ahok, bunuh Ahok”. Meski demikian banyak juga yang membela ahok yang dengan argumennya masing-masing membuat meraka dicap liberal, kafir dan sebagainya. Seiring kata, dengan tiada membahas benar tidaknya aksi demo yang dilaksanakan pada hari ini maka dengan meminjam kalimat Imam Al Gazhali “Jika kau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”, penulis merasa terpanggil sebagai akademisi untuk mencoba menganalisis kasus ini dari sudut pandang kelautan. Ahok berkata “dibohongi pakai Al-Maidah 51”. Namun apa yang terjadi kemudian? Dalam sekejap bermunculan berbagai berita di media sosial yang mana kebanyakan menjelaskan bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama dengan berkata “masyarakat dibohongi Al-Maidah 51”. Disini saya tak menyertakan salah satu media yang memberitakan dengan kata-kata yang persis seperti itu karna sudah tak bisa ditemukan beritanya. Menyinggung soal Al-Maidah 51 yang terpaksa harus dibahas ini tak lepas dari perkataan bahwa “Al-Maidah 51 tidak bisa dipakai untuk membohongi atau singkatnya dipakai untuk mempolitisasi”. Atas dasar menghargai perspektif tersebut dengan turut memperhatikan ketiadaan ilmu agama berikut saya uraikan sedikit mengenai Al-Maidah 51 di mulai dari terjemahannya sendiri :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka orang itu sesungguhnya termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Quran Surat Al Maidah 51)
Dari terjemahan di atas jelas bahwa adanya larangan untuk memilih pemimpin dari golongan non muslim. Hal inilah yang kemudian sering disampaikan di mesjid-mesjid ataupun lainnya terlepas dari tujuannya apakah itu memang untuk mengajak masyarakat kepada kebenaran ataupun untuk tujuan lain dalam tanda kutip. Adapun kemudian perdebatan berlanjut ke arah yang lebih dalam, yaitu pernyataan bahwa Al-Maidah 51 bersifat multitafsir. Ada bahasan yang panjang mengenai hal ini yaitu mulai dari pemaknaan kata Awliya hingga kajian mengenai sebab turunnya ayat tersebut. Titik pertanyaanya sendiri yaitu apakah Awliya harus dimaknai sebagai pemimpin? Berikut saya tampilkan sebuah argumen yang saya dapat dari salah satu media sosial :         

    2.       Sudut pandang yang masyarakat yang merasa dirugikan
Jawab : jelas kita merasa dirugikan terutama kita sebagai umat muslim, Ahok dengan mengatakan ada ayat yang digunakan untuk memecah belah rakyat. Ayat Alquran dibilang di bohongi, kita ga terima apalagi dibilang untuk memecah belah rakyat. Akibat dari permasalahan itu menyebabkan timbulnya amarah pada masyarakat Islam Indonesia. Pada tanggal 4 November 2016, telah dilaksanakannya kegiatan unjuk rasa masyarakat kepada Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas terhadap permasalahan yang dianggap penistaan agama ini.
Muncul lah berbagai pendapat dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan politik mengenai permasalahan ini. 

    3.      Sudut pandang pemerintah atau pihak berwajib dalam kasus ini
Jawab : Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mewakili beberapa organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga Islam, menyikapi penetapan calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Dalam pernyataan sikapnya, MUI dan ormas Islam lainnya menyatakan bersyukur atas keputusan Kepolisian RI yang menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. "Keputusan tersebut merupakan hasil proses hukum yang berkeadilan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.
MUI dan ormas Islam juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Presiden Joko Widodo atas sikap kenegarawanan untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum dan tidak melindungi Basuki Tjahaja Purnama.
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perencanaan Pemasaran Global dan Tahap-tahap Pengembangan Perusahaan Transnasional

PERENCANAAN PEMASARAN GLOBAL Proses ini dimulai dengan kerangka kerja konseptual untuk perumusan strategi yang mengidentikasi langkah-langkah yang harus diselesaikan untuk dapat merumuskan sebuah strategi pemasaran global. Perdagangan, investasi dan pasar internasional merupakan sektor yang paling cepat berkembang sejak berakhirnya Perang Dunia II. Ada 6 konsep kunci yang memberi dukungan ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai kesempatan dan tantangan dari pemasaran global. Konsep tersebut adalah strategi, perusahaan di Dunia, Pengelompokkan, segmentasi dan target pemasaran, kepekaan lingkungan, pengaruh yang mempersatukan dan membedakan, daur hidup produk/pasar, model daur perdagangan produk. 6 konsep kunci diantaranya : *   Strategi Strategi telah didefinisikan sebagai respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada kenyataan dari organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari lingkungan bisnis. Tabel dibawah menyajikan sebuah kerangka kerja...

HUBUNGAN INDIVIDU DAN ORGANISASI SERTA TANGGUNG JAWAB INDIVIDU DAN ORGANISASI

      1.       Organisasi R asional Model organisasi bisnis yang “rasional” yang lebih tradisional mendefenisikan organisasi sebagai suatu struktur hubungan formal (yang didefenisikan secara eksplisit dan digunakan secara terbuka) yang bertujuan mencapai tujuan teknis atau ekonomi dengan efisiensi maksimal. E. H. Schein memberikan satu defenisi ringkas tentang organisasi dari prespektif tersebut yaitu organisasi adalah koordinasi rasional atas aktivitas-aktivitas sejumlah individu untuk mencapai tujuan atau sasaran eksplisit bersama, melalui pembagian tenaga kerja dan fungsi dan melalui hirarki otoritas dan tanggung jawab. Berbagai tingkatan dalam organisasi dan yang mengatur semua individu ke dalam tujuan organisasi dan hirarki formal adalah kontrak. Hal ini mengasumsikan bahwa pegawai sebagai agen yang secara bebas dan sadar telah setuju untuk menerima otoritas formal organisasi dan berusaha mearaih tujuan organisasi, dan sebagai gantinya ...

Perkembangan sistem pembayaran terbaru dan pentingnya hal tersebut bagi dunia ekonomi digital

Perkembangan sistem pembayaran terbaru dan pentingnya hal tersebut bagi dunia ekonomi digital Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap  berbagai sendi kehidupan  manusia, kita kini dengan nyata dapat mencermati bagaimana perubahan tersebut menjadi fenomena dashyat yang yang tidak dapat dibendung, sepanjang  tahun 2018 yang baru saja kita lewati,  perusahaan-perusahaan dunia dan juga di Indonesia berlomba-lomba dalam melakukan inovasi untuk memenangkan persaingan pasar ditengah semakin ketatnya kompetisi. Inovasi yang dilakukan diantaranya dilakukan dengan strategi transformasi digital,  melakukan perubahan menyeluruh atas setiap proses, kompetensi, dan model bisnis dengan implementasi teknologi digital, sejalan dengan rekomendasi berbagai lembaga riset global yang menjadikan  transformasi digital sebagai pengarusutamaan organisasi dalam memenangkan persaingan global. Inovasi telah masif menjalar ke seluruh lini kehidupan diteng...